Tampilkan postingan dengan label Puisi Kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Kenangan. Tampilkan semua postingan
Puisi Ibu Rindu Anak Rantauan

Puisi Ibu Rindu Anak Rantauan

Kehidupan yang harmonis selalu meninggalkan kenangan manis , Puisi ibu ini menjelaskan tentang jeritan anak rantauan yang merindukan kasih sayang dan belaian seorang ibu namun terhalang ruang dan waktu . Buat yang lagi berada di perantauan entah itu untuk menuntut ilmu atau bekerja atau sedang menjalankan tugas . Mudah-mudahan puisi ini bisa meringankan beban kerinduan kepada seorang ibu , jangan lupa setelah membaca puisinya , kirim do'a untuk bunda .

Di malam yang dingin
Dengan berselimut kesendirian
Ku terbangun menatap langit-langit kamarku
Terlintas di benak sosokmu
Yang selalu menemaniku menjemput pagi
Yang selalu menemaniku menikmati panasanya matahari
Yang selalu menemaniku menyaksikan bulan dan bintang
dan kembali mengantrku ke dalam tidur panjang

Semua itu kini tak dapat lagi ku rasakan
Karena saat ini ku jau darimu
Meskipun sebenarnya ku tak bisa
Namun ku yakin semua itu ada akhirnya

Ibu
Aku rindu dengan senyumu
Aku rindu dengan kasih sayangmu
Aku rindu dengan belai lembutmu
Aku rindu akan pelukmu
Ku ingin kau tahu

Ibu...
Kau selalu ada
Di setiap hembusan nafasku
Di setiap langkah kakiku
Di setiap apa yang ku gapai
Karena kau begitu berarti dalam hidupku
Read More
3 Puisi Ibu Mengenang Jasa-Jasanya

3 Puisi Ibu Mengenang Jasa-Jasanya

 3 Puisi pendek mengenang jasa-jasa ibu , walau bukan hari ibu mengenang ibu tidak perlu menunggu hari ibu , kalau perlu mengenang ibu selalu dalam setiap waku , itu yang perlu kita lakukan dan perlu di latih .

Ibu adalah segalanya
Ibu adalah penegas kita di kala lara
Impian dalam rengsa
Rujukan kita di kala nista
Ibu adalah air mata cinta,Kemuliaan,Kabahagiaan dan toleransi.
Siapapun yang kehilangan ibunya , ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya .

=============================
Pada sejumput kata
Ku titipkan hanya padamu ibu
Adakah nanar dalam hidupmu kini ?
Masih adakah dian dalam redupmu kini ?
Masih adakah geloran dalam asamu kini ?

=============================
Sembilan bulan aku singgah di rahimmu
Sembilan bulan aku menanti hadirnya hidup baru
Do'amu adalah masa depanku
Air susumu adalah darah dagingku
Read More
Puisi Ibu Yang Telah Tiada

Puisi Ibu Yang Telah Tiada

Masih seputar puisi pendek singkat padat akurat tentang ibu , mudah mudahan puisi ini bisa membukakan hati kita untuk selalu mendoakan orang tua kita yang telah tiada , bagaimanapun beliau adalah orang yang paling berjasa pada hidup kita . selamat membaca .

Puisi Ibu Yang Telah Tiada
Oleh : Orang Tak Di Kenal .
Ibu kini kau sudah tenang di sana
Tidur dalam lindunganya
Berada dalam ridhonya

Ibu...
Semoga kau selelu tersenyum indah
Melihat kami mendoakanmu di sini
Melihat kami tersenyum indah

Ibu ...
Ku tahu kau amat menyanyangi kami
Kau tak benar-benar meninggalkan kami
Kau selalu berada di samping kami
Memperhatikan kami
Menjaga kami
Read More
Puisi Ibu Saat Pernikahan

Puisi Ibu Saat Pernikahan

Berikut ini sebuah Puisi Singkat Untuk Ibu saat menjelang pernikahan ,  hampir semua orang merasakan betapa besarnya rasa kasih sayang ibu kita saat-saat menjelang perpisahan , misalnya saat menjelang pernikahan , batu sejarah dalam kehidupan .

Puisi Untuk Bundaku 
Oleh : Paula Bisabela

Bunda...
Sulit aku ungkapkan
Susah aku ceritakan
Rumit aku gambarkan seperti dirimu
Namun bagiku
Engkau adalah bunga indah di taman hatiku
Begitu indah dirimu melebihi apapun yang ada di jagat raya ini

Engkau kekuatan dan penyemangat hidupku
Engkau pembela di saat aku terpojokkan oleh siapapun
Engkau adalah sumber kepercayaanku
Aku kuat berani kerana engkau tak pernah berhenti mencintaiku
Cinta tulus dan abadi tak lekang oleh waktu, selama hidupku

Bunda
Aku semakin hari semakin dewasa dan pasti akan tiba saatnya
Aku akan meninggalkan pelukkanmu yang hangat itu
Usapan lembut yang selaly menenangkan hatiku, dan meredakan sakitku
Engkau semakin tua dan semakin aku mencintaimu
Terimakasih atas segala kerelaan mu selama ini menjadi bundaku .

Saat aku akan menjalani kodrat ku sebagai wanita , maka pelukkan hangatmu selalu aku rindu
Aku tahu , tidak sama ketika aku masih bersamamu
 seutuhnya lagi, tapi merasa lega karena meringankan bebanmu yang tentunya sudah tak memiliki tenaga untuk semakin memeluku

Bunda
Percayalah ini hanya sebuah perubahan yang sebenarnya bisa aku meminta jangan begini
Karena aku ingin selalu menikmati senyumu setiap hari
Mendengar suaramu saat bercerita
Read More
3 Puisi Ibu Yang Telah Tiada

3 Puisi Ibu Yang Telah Tiada

Tiga puisi ibu singkat untuk mengenang ibu yang telah tiada , mudah-mudahan tiga puisi ini bisa memberi inspirasi kepada pembaca , untuk mencerahkan hati sekaligus untuk menambah semangat untuk berbuat baik kepada orang tua dan supaya ibu yang telah tiada bisa bangga di alam sana . selamat membaca

Jasa Tak Terlupakan
Oleh : Patma

Ibu...
Kau membimbingku selama satu tahun
Kau begitu baik padaku walaupun...
Aku suka marah-marah

Ibu...
Kau begitu ceria dan rajin pada guru lain
Ibu...
Kau pintar ,baik,ramah cantik dan sopan

===============================
Puisi Surat Untuk Ibu
Oleh : Beto Dhaa Bleek

Ibu...
Ribuan penjelasan dan kata kehilangan makna
Beri arti untukmu

Ibu Keringat tubuhmu tak mampu melukiskan jejakmu
Pengorbananmu

===================================
Puisi Ibunda Segalanya
Oleh : Safriella Madania
Ufuk mulai terang
Menerangi seisi ruangan
Aku mulai memenuhi hari-hari
Bunda di balik semuanya
Memberikanku banyak kegembiraan
Memberikan segudang pengalaman pribadi
Yang tak dapat di ganti dengan apapun
Read More
Puisi Keluh Kesahku Pada Ibu

Puisi Keluh Kesahku Pada Ibu

 Puisi singkat tentang ibu , punya judul asli Puisi Surat Untuk Ibu tapi isinya tidak nyambung , tak apalah yang penting menulis puisi . selamat membaca

Puisi Surat Untuk Ibu
Oleh : Beto Dhaa Bleek

Ibu...
Ribuan penjelasan dan kata kehilangan makna
Beri arti untukmu

Ibu Keringat tubuhmu tak mampu melukiskan jejakmu
Pengorbananmu

Ibu
Dengan bait-bait do'a akan ku lukis wajahmu
Agar malam tak mampu melupakanmu
Dan akan ku gantungkan di setiap sudut langit agar terang olehmu

Ibu dekap kasihmu selalu
Agar pelita kecil ini taka padam oleh waktu
Agar terangmu menuntunku
Pada jejak rindu yang menunggu
Read More
Puisi Teringat Jasa Ibu Yang Telah Tiada

Puisi Teringat Jasa Ibu Yang Telah Tiada

 Puisi Teringat Jasa Ibu Yang Telah Tiada - Puisi singkat tentang ibu , mudah-mudahan bisa memberi sedikit pencerahan hati buat pembaca yang kebetulan teringat ibunya yang telah tiada .

Jasa Tak Terlupakan
Oleh : Patma

Ibu...
Kau membimbingku selama satu tahun
Kau begitu baik padaku walaupun...
Aku suka marah-marah

Ibu...
Kau begitu ceria dan rajin pada guru lain
Ibu...
Kau pintar ,baik,ramah cantik dan sopan

Ibu...
Kalu aku membuat salah , tolong maafkan aku
Karena aku cuma kesal , karena aku selalu di ejek

Ibu...
Kalau aku lagi sedih kau menghiburku
Kalau aku lagi kesal Kau menghiburku

Ibu terimakasih atas jasa-jasamu
Jika saja aku masih bertemu dengan ibu
Aku ingin memeluk ibu
Read More
TAK ADA APA – APA DI SINI

TAK ADA APA – APA DI SINI

TAK ADA APA – APA DI SINI

Tak da apa-apa di sini
Berdiri di simpang empat
Sambil mendengarkan tembang – tembang jawa
Akau merasakan darahku sendiri
Berpendar – pendar dalam musik elektronik

Dan urat – urat syarafku
Meneriakkan kesunyian
Dengan gemur yang seru.
Dunia mengeluh
Aku mendengarkan keluhannya
Namun yang aku tak habis ngerti
Kenapa keluh itu memenuhi mulutku.

( wah.
Tiada ku sanggup membenci dunia
Dengan alasan yang sama
Kenapa aku mencintai dia)

Dan sekarang kutunggu matahari
Seperti nenek moyangku
Menjongkok kedinginan sekitar api
Menggelepar

Nyoba ngarang tembang_
Bagai robot
Aku pun menunggu
Lebih lesu
Tahu siang tak lebih manis dari malam yang mesum

MAHARI YANG TERTEGUN

Matahari yang tertegun
Meili tua yang tertatih-tatiih
Serta bunga- bunga kuning yang bertaburan
Angin mengusik rambutnya yang putih
Seraya ramah senyumnya
Selamat sore kerabat
Seorang anak-anak
Melompat semak – semak
Sambil berteriak:
Jiiiiiiat

Si tua tersenyum

Tertatih – tatih

Dan tersenyum

Bunga- bunga kuning-

Kupu-kupu dalam angin-

Matahari senja-

Talam emas dari langit-

Semua tertegun dan

Tertatih- tatih

Dan wah

Demontrasi besar itu disana!

GENERASI DEMI GENERASI

Orang – orang itu berjalan dari timur

Menempuh angin yang menderu dalam debu

Dan di pundak mereka:

Kayu,besi serta batu

Mereka adalah umat

Yang berjalan ke barat

Ketika matahari

Mengambang di belakang.

Orang-orang itu berjalan dari timur

Angin pun menderu dalam debu

Dan dalam batin mereka:

Beribu – ribu sistem yang meruwet

Dan meruwet

Sampai akhirnya matahari

Menggantukan ke barat

Mereka tetap bergerak

Tidak ke timur

Tidak ke barat
Read More