Rayuan Sms Gombal Lucu Romantis

Rayuan Sms Gombal Lucu Romantis

Rayuan Sms Gombal Lucu Romantis - Jaman sekarang mencari kenalan lebih mudah karena ada internet , sebuah kesempatan yang cukup menjanjikan , dengan internet kita bisa leluasa memilih siapa saja untuk di gaet hatinya , asal tahu caranya maka kita bisa memiliki hati seseorang melalui internet untuk kemudian di lanjutkan ke dunia nyata , hal ini menguntungkan bagi kita yang awalnya minder mengenal mereka waktu di dunia nyata . oke silahkan gunakan Jurus Rayuan melalui SMS GOMBAL LUCU ROMANTIS INI .

Hy...
Walau belum ada perjanjian
Untuk selalu setia bersama
Baik suka maupun duka
Izinkan nomorku masuk hpmu

Hy...
Dulu aku kenala seseorang
Tapi nomornya lupa
Sekedar mengira ngira saja
Apakah nomor ini miliknya

Hy...
Baru saja aku sakit hati
Karena dia ingkar janji
Terpaksa aku sms ke nomor ini

Selamat sore...
Pemilik nomor cantik
Orangnya juga menarik
Selalu tersenyum pagi sore
Siang dan malam

Hy....
Ini adalah sms pertamaku
Mudah mudahan ini awal sebuah perkenalan
Selanjutnya jadi pertemanan
Persahabata yang tidak terlupakan

Hy aku buka hanphone
Kata temanku kamu orangnya cantik
Menarik dan baik hati
Salam kenal ya

Hay artis
Aku dapat nomor dari teman
Katanya kamu enak di ajak kenalan
Supel dan penuh wawasan

Hy...
Ketika malam berteman bulan dan bintag
Aku berteman dengan orang yang mau smsan


Hy...
Sms ini mungkin hanya satu kenangan
Bahwa ada satu orang yang diam diam mengharapkan
.
Read More
Top 10 Puisi Cinta Online

Top 10 Puisi Cinta Online

Top 10 Puisi Cinta Online - berikut ini adalah kumpulan 10 puisi tentang cinta yang meliputi perasaan rindu , pujian, kasih sayang, perpisahan, kesedihan asmara cita cita dan orang tua serta orang dan lingkungan sekitar kita , semua di sampaikan dengan ringkas lugas dan jelas , tak ada salahnya jika Puisi ini di katakan 10 puisi populer untuk kategory puisi cinta .

 10 puisi cinta ini di samping enak di baca juga sejuk di hati , lebih jauh lagi puisi ini bisa di jadikan sumber inspirasi bagi siapa saja yang ingin membangun hubungan asmara , mengungkapkan perasaan dengan puisi sudah tidak di ragukan lagi kemanjuranya , mudah mudahan 10 puisi cinta ini bermanfaat bagi pembaca puisikampuc.blogspot.com , selamat membaca .

gambar puisi cintaKekasih...!
Keberadaanmu di yakini setiap insan
Kasih sayangmu tidak ada bandingan
Cintamu ibarat syurga firdaus
Cintaku padamu abadi
Dan tidak akan hilang di telan jaman
Karena hidup matiku hanya untukmu

Kekasih...
Tetesan Air Mata Ini hanya untukmu
Berharap kembali masa dulu yang hancur
Semuanya karena kesalahaku
Maaafkan aku

Kekasihku...!
Hati dan jiwa ini kosong tanpamu di sisi
Pikiran dan perasaan ini gelap tanpa hidayahmu
Ingin ku raih ketenangan dan kebahagiaan bersamamu
Agar aku selalu dalam perlindunganmu

Kekasihku...!
Lindungilah aku dengan keridhaanmu
Dalam setiap langkaku
Gerak gerik hidupku
Detak jantung dan nafasku
Supaya aku jadi hambamu
.
Ku harap tulusnya hatiku
Di sertai Nur Iman Anugerahmu
Ku berharap rangkaian doaku
Senantiasa menyebut namamu
Dan di setiap putaran waktu
Aku senantiasa lakukan amanahmu
Sebagai bukti betapa besarnya cintaku padamu.

--- Puisi Cinta Untuk Teman -----
gambar puisi perpisahan
Teman Ku..
Ketika Bersama Berjuang
Suka Duka Tangis Tawa
Kita lalui Dengan Canda tawa
Membuat Hati ini Berat
Walau sulit aku sampaikan
Biarlah ini ku simpan dalam hati
Hingga akhir perjalanan

Temanku
Setalah menginjak remaja
Kita menjadi harapan bangsa
Generasi Hebat penuh wawasan
Kegembiraan tanpa di wajah
Teriakan Merdeak Di Suarakan

Namun...temanku
Waktu perpisahan Ada di depan
Seperti matahri terbit di pagi hari
Hati menjadi duka di balik bibir tertawa
Tidak dapat di elakan
Kecuali air mata kenangan
.
Temanku
Kenangan masa lalu masih ku simpan
Akan terus aku simpan di hatiku
Pertemuan pasti menjelang
Apabila tiba waktunya .

Puisi cinta untuk teman ini , cocok sekali untuk mengisi acara perpisahan lulusan sekolah atau kuliah, di mana waktu itu sudah pasti tergambar waktu senang dan susah , senang karena kita lulus susah karena kita akan berpisah dengan teman seperjuangan.

Perhatian : Karena di perikirakan 10 puisi ini akan menjadi terlalu panjang jika di sampaikan dalam satu halaman , maka halaman Top 10 puisi cinta ini akan di sambung ke halaman berikut, atas perhatianya kami ucapkan terimakasih, salam seindah puisi .
Read More
10 Puisi Renungan

10 Puisi Renungan

 10 Puisi Renungan - buat apa berperang jika akhirnya kita cinta damai menjaga lingkungan yang indah untuk di kenang toh hidup ini tanpa perang akhirnya mati juga , puisi renungan ini melengkapi daftar 10 puisi terbaik puisi kampus kali ini, perlu di ingat bahwa 10 puisi renungan ini hanya berisi tujuh puisi saja dan masih kurang tiga judul .
Potret sendiri
Aku sejak dulu seorang tualang,
Paling tak cakap antara pengarang,
Penyair spanyol yang paling dangkal,
Dan pandai sanjak sewenang wenang.
Tapi kendati ‘ku mungkin penyair paling subur,
Mungkin seluruh buah penaku: hanya dengung
Tak bermakna dan hampa,
Kembang tiada wangi, flacon kosong.
By: JOSE ZORILLA Y MORAL

Angan-angan
Apalah artinya suka, hidup, bahagia,
Bila asing harapan dan kemashuran,
Suatu jalan tak berujung, sunyi tak rata;
Jalan ziarahmu, demi lanjut, melesukan

Berilah daku lagu-akh, biar cuma satu;
Buaikan, bila menjerit, hati di alam mimpi
Dan pualam yang kekal bakal tampil di matamu.
Bangkit dari debu suatu jaman yang lama mati.

Harapan! Kemashuran! Apa lagi di risaukan.
Suatu manikin yang gemilang di depanku.
Apa peduli hidup seperti orang minta-minta
Bila seperti Pindar dan Homores kita berlalu.
By: JOSE ZORILLA Y MORAL

Nukilan dari: OP. cit.
Hai tenteram,
Udara panas-panas-dingin,
Dan hujan turun
Pelan dan bisu;
Dan selagi aku bias
Meneguk tangis dan mengeluh,
Anakku, mawar mungil itu,
Matanya di tutup maut.
Damai dan sepi terekam di keningnya, kala
Pamitan dengan ini dunia.

Sungai-sungai pada kelabu; kelabu
Pohonan dan gemunung, abu-abu;
Kabut yang meliputiinya, kelabu,
Dan abu-abu gemawang yang berarak di langit.
Seluruh bumi berliput sedih kelabu,
Itu warna usia tua.

Kadang kali redup-redup bangkit desau
Hujan dan angin
Yang bertiup di pohonan, melulung dan mengeluh,
Demikian aneh, hampa dan perih bunyi
Ratapnya, seakan orang menyeru si mati.
By: ROSALIA DE CASTRO

Apa hidupmu itu, jiwaku?
Apa hidupmu itu, jiwaku, apa biasamu?
Hujan di telaga!
Apa hidupmu itu, jiwaku, apa biasamu?
Angin di angkasa!
Betapa ‘kan suci lagi, jiwaku, hidupmu?
Gelita diguha!
Hujan di telaga!
Angin di angkasa!
Gelita di guha!
Menangis hujan dari langit dan awan . . .
Angin adalah kesah yang tak kenal pamitan.
Derita: gelagak hitam tak terhiburkan,
Dan hidup: hujan dan gelap dan angin.
By: MIGUEL DE UNAMUMON Y YUGO

Mati, tidur . . . .
Buyung, untuk istirah
Kauperlukan tidur,
Membung resah,
Membunuh angin,
Berhenti ngembara
Dengan pikiran . . .
-ibu, satu-satunya istirah:
Mati.
By: MANUEL MACHADO Y RUYZ

Sanjak
Jalan di lindung bayang. Gedung-gedung tua dan tinggi menyembunyikan
mentari silam; di beranda gema-gema cahaya bermain.

Tidaklah kau lihat, dalam pesona beranda berhias kembangnya,
Luncur merah muda dari wajah kau kenal?

Raut badan di balik kaca, dengan lantunan bimbangnya,
Berkilau dan menghilang, seperti muka lama kehitaman.

Dijalan hanya bunyi langkahmu kedengaran.
Pelahan gemanya lewat itu pun penyap

O, siksa!hati makin berat dan perih ,,lakah itu?’’
Tak mungkin . . . teruskan perjalanan . . . bintang dilangit.
By: ANTONIO MACHADO Y RUYZ

Sanjak
Rumah tercinta,
Kediamannya,
Menunjukkan,
Di atas tumpuk runtuhan yang rapuh
Dan hancur luluh,
Kerangka kayu tak tentu bentuk,
Hitam, berserpihan.

Bulan mencurahkan benderangnya
Masuk mimpi, yang berkilatkan perak
Di jendela. Berbaju buruk dan sedih di hati,
Aku tempuhlah jalan tua itu.
By: ANTONIO MACHADO Y RUYZ

Read More
10 Puisi Kangen Dan Rindu

10 Puisi Kangen Dan Rindu

 10 puisi kangen dan rindu ini membahas tentang kerinduan seseorang yang telah lama di tinggal dan yang tersisa hanyalah tinggal kenangan , seperti yang di bahas dalam puisi bertema 10 puisi kenangan

Pablo Picasso
Para senjata dari kantuk waktu malam mengorek
Lekuk-lekuk ajaib yang pisah kepala kita.
Dibandingkan dengan intan, setiap bintang, ya: palsu
Di bawah langit yang meledak, bumi tidaklah nyata.

Wajah dari hati telah penyap warnanya
Dan mentari cari kita dan salju adalah buta
Jika kita biar saja cakrawalapun bersayap
Dan pandangan kita dari jauh mengbral kesesatan.
By: PAUL ELUARD

Dalam tawanan
Mereka di sana limapuluhlima
Mereka tidak tidur
Mereka menunggu

Ada mereka yang menggu selalu
Ada yang mengengahkan kata
Ada yang lupa

Ada mereka yang masih bermimpi
Ada yang putus asa
Ada yang berpikir

Ada mereka yang tetap percaya
Ada yang tidak mendengar lagi
Ada yang menangis

Ada mereka yang membisikkan suatu nama
Ada yang akhirnya menarik nafas
Ada yang berdusta

Ada mereka yang tak putus menderita
Ada yang menjerit pelahan
Ada yang bernyanyi

Ada mereka yang lapar dan dahaga
Ada yang pelahan melangkah
Ada yang makan

Ada mereka yang meraung sekuat suara
Ada yang menundukkan kepala
Ada yang hidup

Manusia menderita
Manusia menderita
Alangkah panjang malammu!
By: PHILIPPE SOUPAULY

Api dan abu
Api lincah,abu lamban. Api menguju-nguju, abu tenang. Apa seperti monyet,
Abu seperti kucing. Api yunani, abu Sabina. Api yang memanjat dari dahan
Kedahan, abu yang turun dan menumpuk. Api yang bangkit, abu yang susun
Tindih. Api bersinar,abu bundar.api berdesisan, abu diam. Api panas, abu
Dingin. Api merambat, abu memelihara. Api merah,abu kelabu. Api bersalah,
Abu korban. Api mengalahkan, abu dikalahkan. Api ditakuti, abu dibelasi.
Api kukuh, abu mudah berantakan. Api tak mau kalah, abu mudah saja disapu
Hilang.api suka main-main, abu sungguh. Api suka merandang, abu takut-
Takutan. Api merusak, abu membangun. Api merah, abu kelabu, selalu sedia
Salah satu panji-panj alam disukai.
By: FRANCIS PONGE

Tangis sama saja
Langit yang kelabu dihuni malaikat dari tanah
Kelabu yang mengungkai sedih tertahan
Ia mengisahkan hari mayence bersimbah tangis
Sungai rhein gelap dimana meratap mamban-rihnya

Kadang kami jumpa di suatu jalanan sempit
Seorang serdadu kena tikam terhantar dalam debu
Kadang kedamaian yang tidaklah sepadan
Dengan bukit-bukit mungil tempat anggur menyalur

Aku telah minum pasti-sari dari sherri
Telah ku teguk sumpah yang silang-siur dinafaskan
Para ereja dan istana seindah mambang dan peri
Bagiku yang dekat dewasa ini masih tuli pancaind’ rannya

Apalah kutahu tentang perang ataupun kalah
Cinta pada perancis adalah cinta terlarang
Bila swara yang kita dengar adalah swara nabi palsu
Apa dapat ia bangkitkan harapan yang lama tenggelam
Aku terkenang lagu-lagu jeritan sedih
Aku teringat tanda-tanda pada dinding:\
Dicoretkan malamnya untuk Nampak kala pagi
Tak sanggup ku tafsirkan makna coret-mencoretnya

Siapa sanggup menunjukkan suatu awal pada kenangan
Mengatakan betapa jadinya benda kini dihari nanti
Dimana yang lama atau pantun bersambung dan putus
Bila sengsara tak lebih: secarik kertas menguning

Bagai mata kanak-kanak terbangun diranjangnya
Mata mereka yang alah mengusik damai kita
Pasukan baru mengawal dengan langkah besinya
Menggigilkan senyap di sepanjang sungai.
By: LOUIS ARAGON

Sanjak
Jangan biar apapun
M’ rusukmu atau menggeri;
Segala benda berlalu.
Hanya Tuhan abadi;
Jadikan sabar pedoman
Dalam hal apa saja;
Siapa punya Tuhan
Tak’kan bakal sengsara:
Tuhan semata, padalah.
By: SANTA TERESA

Soneta
Dan kini, lebih dari pernah dahulu,menimpa kutuk
Di zaman kita; dan segala corak dari kejadian
Merosot terus dari buruk ke lebih buruk.

Dan setiap kita merasa tikam peperangan,
Perang terus menerus,ancaman dan gertak
Dan setiap kita jemu,pada akhirnya bosan

Melihat darah sendiri merah membasah tombak
Kerna tujuanya tak sampai dan hidup terpelihara.
Ribuan insane punah hartanya, hidup berserak-serak.

Dan segala-galanya kikis, bahkan juga nama
Rumah dan rumah tangga, istri dan kenangan.
Dan teraanglah kepadaku manfaat ini? Sedengung nama?

Trimakasih suatu bangsa? Tempat terhormat dalam sejarah?
Nanti mereka menulis buku; kita tunggu dan lihatlah.
By: GARCILASO DE LA VEGA

Di saat meninggalkan penjara
Di sini dusta dan cemburu
Mengunci daku dalam penjara.
Berbagilah girang sederhana
Sang budiman, yang lekas tahu
Berpaling dari repot dunia!

Di tengah serba miskin dalam gubuk
Di ladangnya yang aman sentausa,
Sebatangkara ia hidup;
Hanya Tuhan yang menghibur;
Mendengki dan didengki asing baginya.
By: FRAY LUIS PONCE DE LEON

Musim semi hanya sebantar
Musim semitidak kekal, gadisku,
Musim semi tidak kekal
Jangan kau biar diri di semu waktu
Jangan oleh usia muda kau ditipu:
Waktu dan remaja menunggu karangan
Dari para kembang yang mudah layu.

Musim semi tidak kekal, gadisku.
Musim semi tidak kekal.
Mudah saja melayang usia kita
Dan dengan nafsu rampok di sayapnya,
Datang kembali mengusik kita makan,
Setan-setan jorok dan jahat.

Musim semi tidak kekal, gadisku.
Musim semi tidak kekal.
Jika sangkamu: lonceng kehidupan
Menglenengkan pagi hari bagimu,
Maka lonceng malam yang klenegan
Mengakhiri segala sukamu.

Musim semi tidak kekal, gadisku.
Musim semi tidak kekal
Bersukalah selagi kau dapat bersuka,
Bercintalah selagi orang cinta padamu
Sebelum usia lanjut cepat
Memeraki rambutmu kencana.
By: LUIS DE GONGORA Y ARGOTE

Di tengah badai
Hopla! Semoga ombak melambungkan daku,
Hopla! semoga laut memukul daku;
Hopla! dapun tak peduli, semaunya
Diri ku biar didukung, tanpa Tanya,
Biar kikis dari angkasa,
Di mana takkan cukup tinggi tegakku.
Hopla! Semoga ombak melambungkan daku,
Hopla! Semoga laut memukul daku;
By: LOPE FELIX DE VEGA CARPIO

Kepada Spanyol
Percuma kini megah menata di tembok batu
Dan kekayaan sumber sumbermu.
Tunjukkan daku sisa pusaka pahlawan perkasa,
Yang mewangi namamu dengan waninya.

Pernah kau dulu bertahta, tinggi laksana pohon
Yang megah di puncak gunung Libanon.
Suaramu: halilintar, bergegar menyambar hati pengecut
Dengan geger dan gentar takut.

Kau kini terlantar; nasibmu sedih: padang tandus,
Di mana sunyi berbungkus mampus
Dan kembang harapan bangsa, hidup merana,
Sengsara di jalan rantau dunia.

Kebesaran lama tenggelam sudah, bertutup debu
Di bawah rumput dan akar kayu;
Dan kala budak belian melihat nasibmu, tertawa
Ia, lupa engkau dulu tuanya.
By: JOSE DE ESPONCERA
Read More
10 Puisi Kenangan Abadi

10 Puisi Kenangan Abadi

 10 Puisi Kenangan Abadi - puisi ini menjelaskan tentang kenangan kenangan manis pahit indah dan mengharukan sedih dan menyenangkan, kenangan perang, kenangan cinta, kenangan damai, kenangan alam dan lain sebagainya , jika di telusuri hidup itu sepertinya memang harus perang untuk mendapatkan cinta kemudian menemukan perdamaian, selanjutnya menikmati alam dan berakhir tinggal kenangan setelah kita tua tak berdaya kemudian mati meninggalkan dunia.

Memegang
Memegang, memegang senja, buah appel dan tugu,
Memegang bayangan, dinding dan ujung jalan itu,

Memegang kaki, kuduk putih perempuan yang lena,
Lalu membuka tangan. Beberapa ekor burung merdeka,

Beberapa ekor burung penyap menjadi dinding,
Tugu, senja, buah appel dan bayang-bayang.

Tangan kau bakal aus
Dalam permainan sungguh ini.
Kami ‘kan kudung kamu,
Kudung kamu suatu hari

Memegang bila segala meluputku
Dan dengan tangan bagaimana
Memegang pikiran ini
Dan dengan tangan bagaimana
Memegang hari pada bulu tengkuknya
Memegangnya gemetarran
Bagai seekor kelinci hidup?
Mari, tidur, tolong daku,
Kau akan pegangkan daku
Yang tak dapat ku ambil,
Kantuk tangan lebih berkuasa.
By: JULES SUPER VIELLE

Perjalanan sukar
Di jalan: kereta kecil sebuah,
Dalamnya: bocah mungil seorang,
Yang tak mau mengelaikan kepala,
Kerna kereta terguncang-guncang.

Paksaan keras ini jalan
Mencambut pasangan di kejauhan,
Di mana bumi sekedar gumpalan,
Di laangit besar yang kabur nian.

Jangan bilang: inilah tempat,
Di mana mentari di pancung nyalanya.
Dua belas tukang potong berderet,
Dua belas pisau potong tertawa.

Di sini orang memancung bulan
Agar kuningnya terkejut pasi.
Lantai tonilnya ialah landasan.
Tempat menempa petir dan ngeri.

,,ayuh buyung, tutup mukamu,
Kau menempuh jalan bahaya”
,,tidakkah Nampak olehmu, tamu,
Pasangan daku berpantang kalah?”

Bocah-bocah diplanit lainnya
Jangan kau lupa anak ini,
Yang telah sekian lamanya
Tak terdengar kabarnya lagi.
By: JULES SUPER VIELLE

Munafik
Bagai badai kesak ku kitari usia mudamu.
Nafsuku memancarkan kemilau di langitmu.
Pandangku, walau hinggap-hinggap melintas,
Tak luput dari wajah kebenaran yang menusuk.

Dengan langkah ati-ati, pandang tukang tunjuk,
Ajaran zaman agar berkhianat dengan mata,
Mahir dalam ikhwal yang teradat oleh waktu,
Aku melirik sekitar mangsa yang alpa.
By: FRANCOIS MAURIAC

Sanjak kabur
Ke man hujan disambar bayu,
Berdesau lalu di atas atap?
Akupun lalu padamu mendekap,
Agar senyap rintih sedihku.

Taman gelita berpohon t’lanjang,
Lampu kecilmu padam dan nyala,
Bisikmu gairah dewi asmara,
Bagaimana jadinya sekarang?

Masih ku dengar rintikan hujan.
Bunyinya lain kedengaran…..
By: FRANCIS CARGO

Kami tak mau sedih-sedih
Kami tak mau sedih-sedih
Itu terlalu mudah
Terlalu bodoh
Gampang saja.
Untuk itu terlalu banyak kesempatan
Salah tak ada
Setiap orang sedih
Kami tak mau sedih lagi
By: BLAISE CENDRARS

Tariku
Plato tak memberi penyair hak warga-kota
Yahudi kelana
Don juan metafisik
Teman-teman,orang-orang setangga
Kamu tidak lagi beradat dan belum punya istiadat
Perlu menghindari tindasan reveu-reveu
Kesusasteraan
Hidup miskin
Kesombongan yang pincang
Kedok
Perempuan, dansa yang diajarkan oleh Niezsche kepada kita untuk ditarikan
By: BLAISE CENDRARS

Perempuan
Tapi sendirian?
Datang dan pergi tak berhenti
Pembangsatan istimewa
Semua lelaki, semua negri
Demikian maka kau tak lagi memberatkan
Kau telah membunuh perasanmu

Aku seorang tuan yang dalam ekspres yang mengagumkan melintasi keinian
Eropah sendiri dan dengan hati kecut mengamati lintas jendela

Tamasya yang tak lagi menarik perhatianku
Tapi tarian tamasya
Tamasya tari
Paritatitata
Aku putar habis
By: BLAISE CENDRARS

Lagu berirama bebas
Diambang akan terjun kebawah gelombang tidur,
Amat bimbang nampaknya kamu;
Mungkin karma takut aku akan menyusul,
Mendekap dikau dalam mimpimu.

Usah takut, karena takut bedalah peluknya
Sekitar kepala aku berat,
Dan tidur ngingau menggundah dikau, di pojok remaja,
Bersama teman yang telah tiada.

Selagi kamu tamasya di hutan-hutan, padang, lembah temak,
Dijalan-jalanyang kucintai,
Dilingkungi tidur yang nyenyak, di mana kau sembunyi,
Aku tak’] ‘kan kunjung bergerak.
Wahai, semoga sanggup aku masuk mimpimu
Dan bermungkin dalamnya.
Tapi, menyingsing fajar – dalam mencari, kamu
Harus dicurahi nyala.
By: JEAN COCTEU

Nukilan dari: potomak
Potomak! potomakku! Sebentar kujumpai kau lagi.
Lihatlah! Satu sama lain kita pisah, bagai air ringan dan air berat
Maafkan daku menamakan kau potomak.
,,pergilah, burung” firman tuhan pada hari keempat dan dalam basa ibrani ditambahnya;frrrrr !

Tahu-tahu kuperoleh nama yang kadar cocok bagimu.
Dikit demi dikit kusimpulkan suatu dunia dari padamu.
Wajiblah aku nanti melewat, bekerja, tidur.
Potomak, kusesalkan aquarium di lapangan Madeleine
Tapi kau kukunjungi nanti.
By: JEAN COCTEU


Dimana aku bakal menetap
Punya padang mesra
Dimana panasmu istirah

Mata-air dimana dadaku
Mencerminkan hari
Jalan-jalan dimana bibirmu
Tersenyum kebibir lain
Hutan dimana unggas-unggas
Pelan mengangkat pelupuk matamu
Di bawah suatu langit, yang dibayangkan
Oleh dahimu cuaca

Satu-satunya alamku semesta
Kurnia yang mudah dilaraskan
Kepada irama alam –
Kau akan tetap telanjang saja.
By: PAUL ELUARD


Kekasih . . . . . . . . . . .
Agar dapat melukiskan assratku, kekasihku,
Taruh bibirmu seprti bintang di langit kata-katamu
Ciuman dalam malam yang hidup,
Dan deras lenganmu memluk daku,

Seperti suatu nyala bertanda kemenangan
Mimpikupun berada dalam
Benderang dan abadi,

Dan bila kau tiada disana,
Aku bermimpi tertidur, dan mimpi aku bermimpi.
By: PAUL ELUARD
Read More